Belum Berakhir


Aku masih ingat kata-katamu dulu. Bahwa jalan yang berkelok dan tak rata bukanlah akhir dari segalanya.

Source: pexel.com

Itu adalah tanda akan terwujudnya impian kita, isyarat segera terkabulnya doa-doa.

Aku percaya, saatnya nanti langkahku akan berhenti di tempat yang membuatku enggan kembali. Mungkin pantai berpasir putih atau puncak gunung yang tinggi.

Baca juga:
Masih Ada Waktu
Masih Tentang Cinta

Allah membuatkan jalan untuk kita, dan memerintahkan kita untuk melewatinya. Kalau kebetulan jalan itu rata dan lurus, mari bergegas. Kalau ternyata jalan itu naik-turun dan berkelok, tak perlu terburu-buru.

“Apa pun yang terjadi, jangan pernah berhenti,” ujarmu. Aku setuju, Kawan.

Harapan itu tak pernah padam. Tetap menyala. Kadang terang, tak jarang remang-remang.

5 thoughts on “Belum Berakhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s