5 Lagu Jadul Paling Romantis

Saya suka mendengarkan lagu-lagu romantis yang kurang populer. Lebih tepatnya lagu romantis zaman dulu yang kurang populer.

Source: Freepik.com

Beberapa lagu yang sedang saya bicarakan itu kebetulan berbahasa asing. Kalau kita pernah mendengarkan lagu-lagu Barat dekade 30 sampai 60-an, kita mungkin akan familiar dengan karakter lagu-lagu tersebut.

Baca juga:
5 Lagu Klasik yang Enak Didengar
Mengapa Lagu Zaman Dulu Masih Enak Didengar?

Seringkali saya mengetahui lagu-lagu itu, untuk pertama kalinya, tanpa sengaja. Kadang saat berada di sebuah kafe, kadang saat menonton film, kadang saat melihat iklan di tivi.

Lagu-lagu itu mungkin sama tuanya dengan Genjer-genjer yang dinyanyikan oleh Bing Slamet (bapaknya Adi Bing Slamet, kakek dari anaknya Adi Bing Slamet *heleh) dan Malam Jumat Kliwon yang dipopulerkan oleh PMR (Pengantar Minum Racun, digawangi oleh Jhonny Iskandar).

Bedanya, lagu-lagu yang saya ceritakan di bawah ini bertema cinta atau romantismesedangkan Genjer-genjer bertema kehidupan kaum tani dan Malam Jumat Kliwon bertema horor ngehe.

Genjer-genjer pernah dijadikan alat propaganda PKI (di film, lagu itu diputar saat Gerwani sedang membantai para jenderal), sementara Malam Jumat Kliwon adalah lagu wajib Mang Asep, yang dia putar kapan saja seingatnya. Oh ya, Mang Asep itu tetangga saya, kerja di depot air isi ulang.

Saya bikin perbandingan yang kacau banget, ya? Hehe, tak apa, yang penting ‘kan orisinal.

Oke deh, berikut lagu-lagu yang saya maksud.

1. Let It Be Me, Phil Everly

Lagu ini awalnya berbahasa Prancis, berjudul Je t’appartiens. Ditulis oleh Gilber Becaud pada tahun 1955. Versi bahasa Inggris-nya ditulis oleh Manny Curtis dan dibawakan untuk pertama kalinya oleh Jill Corey pada tahun 1957.

Everly Brothers (EB) membuat lagu ini semakin populer setelah merekam versinya sendiri. Akan tetapi, dibanding versi EB, saya lebih suka versi solonya, yang dinyanyikan oleh Phil, salah satu personel EB.

Suara Phil sangat ’empuk’ saat menyanyikannya, sedikit berbeda dengan versi EB. Melodi yang dihasilkan dari suara pianonya juga lembut dan ‘menghanyutkan’. Paduan dari keduanya adalah sebuah lagu yang romantis habis.

Bisa ditebak dong apa tema lagu ini? Yup, horor, eh, maksud saya cinta.

Saya pertama kali mendengar lagu ini saat menonton sebuah film arahan Rob Reiner, judulnya Flipped. Film ini diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama karya Wendelin Van Draanen.

2. Love’s Been Good To Me, Frank Sinatra

Lagu ini dinyanyikan oleh penyanyi papan atas Amerika, salah satu best selling music artist of all time, pada akhir tahun 60-an, Frank Sinatra. Penyanyi yang sama juga dikenal karena mempopulerkan Fly Me To The Moon, L-O-V-E, dan lain-lain.

Tahu dong Frank Sinatra? Itu lho, suaminya Bu Sinatra. Hehe, receh!

Konon, Frank Sinatra ini tipikal penyanyi yang gampang bikin klepek-klepek kaum Hawa pada masanya. Sorot matanya, cara bertuturnya, juga gestur tubuhnya membuatnya sangat kharismatik. Mirip Him Damsyik saat masih muda.

Saya tidak tahu banyak sebenarnya tentang penyanyi ini. Tapi, kita bisa membaca biografinya di Wikipedia atau di situs yang lainnya. Sudah zamannya wifi gratis kok, masak semua harus saya tulis di sini?

3. When I Fall in Love, Nate King Cole

Dia adalah penyanyi kulit hitam Amerika pada dekade 40-50-an. Suara baritonnya lembut, lagu-lagu yang dibawakannya sangat merdu. Cole adalah satu di antara sedikit penyanyi kulit hitam Amerika yang melejit di tangga lagu Amerika saat itu, ketika sentimen terhadap orang kulit hitam masih kuat.

Cole tak hanya dikenal sebagai penyanyi papan atas, ia juga menjadi host dalam program televisi yang berjudul The Nat King Cole Show. Konon, ia menjadi host kulit hitam pertama di televisi Amerika, sesuatu yang memantik kontroversi publik.

Kalau ingin tahu seperti apa susahnya menjadi orang kulit hitam di Amerika saat itu, kita bisa menonton The Hope, Selma, atau Hidden Figure. Ketiga film itu memberi gambaran yang cukup detail tentang diskriminasi terhadap orang-orang kulit hitam.

4. L’appuntamento, Ornella Vanoni

Ini adalah lagu Italia tahun 70-an. Saya pertama tahu saat nonton Ocean’s Twelve, sebuah film tentang maling-maling perlente yang ingin menggasak perhiasan mahal berbentuk telur di Roma.

L’appuntamento artinya appointment, atau janji. Lagu ini bercerita tentang sebuah janji kencan antara seorang wanita dan pujaan hatinya. Wanita itu diliputi perasaan tak karuan saat harus menunggu teman kencannya datang.

“Jika kau tak jadi datang,” begitu kurang lebih hatinya bicara, “entah bagaimana aku menjalani sisa hidup ini.” Lirik lagu ini sangat puitis sekaligus filosofis. Berikut kutipan liriknya.

Lights, cars, shop-windows, streets
Everything gets mixed up in my mind
My shadow is tired to follow me

The day dies slowly
There is nothing else left than going back home
To my sad life, this life that I wanted to give to you

Selain bernyanyi, Vanoni juga kerap tampil di acara-acara televisi, bermain di beberapa film, dan berpose bugil untuk majalah Playboy terbitan Italia. Wew!

5. The First Time Ever I Saw Your Face, Roberta Flack

Lagu ini pernah dibawakan oleh Matt Cardle, seorang mantan tukang cat dari Inggris, dalam ajang Britain’s Got Talents. Sebenarnya sudah lama saya mendengar lagu ini. Kebetulan kakak saya pernah punya VCD evergreen lagu-lagu Barat. Dan, lagu ini adalah salah satunya.

Roberta Flack, yang pertama kali membawakan lagu ini, bisa dibilang salah satu penyanyi legendaris Amerika. Pada 1999, sekitar 30 tahun setelah ia mempopulerkan tembang di atas, namanya diabadikan dalam Hollywood Walk of Fame.

Nah, itu lima lagu jadul yang paling romantis versi saya, berikut nama penyanyinya. Kalau ada info tambahan tentang lagu-lagu di atas atau penyanyinya, silakan menambahkan di komentar ya 😆😆😆

12 thoughts on “5 Lagu Jadul Paling Romantis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s