Yang Haram Aja Susah


Kita mungkin punya teman-teman yang beda-beda karakternya. Satu di antara mereka bisa jadi sangat unik.

Seorang teman punya pekerjaan yang bagus. Jabatan yang mentereng, fasilitas kantor yang lengkap, dan tentu saja gaji yang sepadan. Gak hanya itu, prestasi kerjanya pun memuaskan.

Teman-temannya angkat topi, sebab jarang-jarang ada karyawan di kantornya meraih pencapaian seperti dirinya.

Baca juga:
Bedanya Orang yang Tahu dan Tidak Tahu
Memang, Tidak Baik Berprasangka

Tapi, apa yang kita anggap cukup dan memuaskan ternyata bisa dipersepsikan berbeda oleh orang yang merasakannya langsung. Sawang sinawang, kata orang Jawa.

Bagi teman tersebut, gaji yang untuk ukuran saya sangat buanyak itu, tak lebih sekadar selilit di sela gigi-giginya.

It means something, but still it’s not enough.

Maka, cerita yang saya dengar berikutnya adalah bagaimana ia memanfaatkan jabatan dan wewenangnya untuk meraup apa saja yang ia mau. Demi apa lagi jika bukan duit.

Saya gak tahu, kenapa ia gak buka usaha sendiri di luar pekerjaan utamanya, buat tambah-tambahan. Mungkin, lambat.

balloons-2617785_960_720
Sumber foto: pixabay.com

Menariknya, dan ini tipikal orang yang sebenarnya tahu mana benar dan mana salah tapi kadung kejeblos di lingkungan yang buruk, ia berharap keluarganya baik-baik saja. Istrinya adalah muslimah jelmaan bidadari surga dan anak-anaknya tumbuh menjadi orang-orang yang saleh dan saleha.

Saya agak ngeri membayangkannya. Di tanggal gajian, teman tersebut pulang membawa uang dan kebahagiaan ke rumahnya, lalu mengajak istri dan anak-anaknya shoping dan bersantap di restoran mahal dengan uang panas yang didapatnya. Dan, ia mengira semua akan baik-baik saja.

Dengan uang itu ia membelikan busana muslimah untuk dipakai istrinya ikut pengajian, membayar biaya sekolah anak-anaknya di Sekolah Dasar Islam Terpadu, dan mengisi perutnya agar kuat shalat.

“Ya Allah,” pintanya selepas Maghrib, “jadikanlah istriku wanita yang setia dan anak-anakku orang-orang yang saleh dan saleha.”

Kira-kira, kalau Sampeyan yang jadi malaikat, sewot atau terpingkal-pingkal mendengar doanya?

Dulu saya tahu ada orang seperti itu dari buku-buku agama atau PPKN, juga film, dan itu bisa jadi fiksi belaka. Tapi, semenjak bekerja dan kenal banyak orang dari berbagai latar belakang, saya sadar bahwa orang dengan perilaku seperti itu ada.

Ya, ada. Dan, mereka bisa jadi teman baik kita atau orang yang kita percaya.

Akhiran, sesulit apa pun keadaan kita, semoga kita gak menjadi orang yang sedang kita bicarakan ini. Menjadi monster yang bisa menjelma suami atau ayah yang baik bagi keluarga itu mengerikan.

Kasihan istri dan anak-anaknya. Bukan hanya telah dibohongi tapi bahkan sudah dirusak hati dan jiwanya.

8 thoughts on “Yang Haram Aja Susah

  1. Aamiin mas…harus lebih bijak jika diberi wewenang ya.

    Dengan pekerjaan saya sebagai penjaga dan pengelola toko,kadang saya juga takut kalau sampai kalap.Karena kebetulan keuangan sebagian saya yang pegang.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s