Masih Ada Waktu


Setelah menikah, saya belajar satu hal. Di antaranya, mencintai itu gak melulu tentang ucapan “I love you”. Kadang, melakukan perbuatan-perbuatan kecil untuk istri jauh lebih nyaring dibanding sekadar menyatakan bahwa saya mencintainya.

Source: pixabay.com

Kalau saya ingat-ingat, entah kapan terakhir kali saya mengatakan “I love you”. Lupa. Dulu, saya pikir itu semacam “declaration of truth”, belakangan saya malu kalau harus mengucapkannya. Gak tahu kalau istri saya.

Menurut saya, cinta lebih tulus jika diungkapkan dengan melakukan sesuatu. Entah menggantung bajunya yang belum sempat ia rapikan, memasangkan kaus kakinya saat mau keluar rumah, atau sekadar membantunya meraih bantal saat hendak tidur.

Saya bisa melakukan hal-hal kecil itu. Kapan pun dia mau. Sebab, saya tahu saya belum bisa melakukan hal besar. Semoga masih banyak waktu untuk belajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s