5 Original Soundtrack Paling Keren


Teman saya, yang dua tahun belakangan mengerjakan tugas-tugas freelance di kantor, heran dengan kebiasaan aneh saya: menonton film yang sama hingga berkali-kali.

“Apa gak bosan?” ujarnya. Itu adalah pertanyaan standar dari teman-teman lain yang juga baru tahu kebiasaan saya tersebut. “Apa asyiknya? Kan sudah tahu alur ceritanya?” buru mereka.

Iya, sih. Menonton film yang sama sampai berkali-kali pasti membuat bosan, apalagi kalau filmnya bukan film favorit kita. Tapi, itu kalau kita sekadar menonton, apalagi cuma killing time. Kalau kita punya maksud lain, yang kita rasakan pasti beda.

Tak Hanya Menonton

Saya suka romance dan action movie. Gak tahu deh berapa banyak film romance atau action yang saya tonton. Tapi, saya gak sekadar menonton. Saya juga suka mencari dialog, adegan, latar tempat dan waktu, serta alur cerita yang menarik di dalamnya.

Akibat kebiasaan menonton film yang sama berulang-ulang itu, saya jadi hafal dengan unsur-unsur yang ada dalam film tersebut. Tuntas dengan dialog, adegan, latar tempat dan waktu, serta alur cerita yang menarik, saya jatuh cinta pada soundtrack-nya.

Baca juga:
7 Lagu Lawas yang Paling Menyentuh
Mengapa Lagu Zaman Dulu Masih Enak Didengar?

Berkali-kali menonton film gak cuma membuat hafal dengan visual yang kita lihat, tapi juga akrab dengan audionya. Nah, dalam tulisan kali ini saya ingin sharing lagu apa saja yang paling saya sukai dalam film-film yang pernah saya tonton.

Mungkin ini sangat subyektif, tapi lagu-lagu yang melekat di telinga saya ini benar-benar bisa menghadirkan sebuah “dunia” yang unik, jauh, dan berbeda.

1. Ma L’Amore No (Malena)

Malena adalah film tentang istri seorang tentara Italia. Setelah bertahun-tahun menunggu kabar sang suami yang hilang di medan perang, ia akhirnya jatuh miskin. Meski sempat tertolong oleh kebaikan mertuanya, ia tak bisa menghindari jebakan nasib berikutnya, yang memaksanya menjadi seorang pelacur.

Tak tanggung-tanggung, pelanggannya adalah tentara asing yang berganti-ganti menguasai negaranya. Tentara Nazi Jerman, lalu tentara Sekutu. Profesinya sebagai wanita penghibur jelas menuai cibiran masyarakat, terutama dari kaum hawa, yang jengkel melihat laki-laki mereka kepincut.

Ma L’Amore No adalah lagu gubahan Giovanni D’Anzi. Liriknya ditulis oleh Michele Galdieri. Lagu ini pertama kali tayang dalam sebuah gambar bergerak yang berjudul Stasera Niente di Nuovo, pada 23 Desember 1942. Penyanyi aslinya bernama Alida Valli.

Berikut sebagian lirik lagunya.

Ma l’amore no
L’amore mio non può
Dissolversi con l’oro dei capelli
Fin ch’io vivo sarà vivo in me
Solo per te

2. Now We Are Free (Gladiator)

Yang paling menarik dari lagu ini adalah maknanya: tak ada seorang pun yang tahu. Dari semua unsur yang ada di dalamnya, hanya judulnya saja yang bisa kita mengerti. Mengapa demikian? Karena sang penyanyi, Lisa Gerrard, menggunakan glosalalia.

Glosalalia adalah bahasa yang diciptakan sendiri oleh sang penyanyi. Cara ini mirip dengan nyanyian bayi yang belum bisa bicara atau sekelompok penganut Kristen Pantekosta ketika sedang memanjatkan doa.

Saya pertama menonton Gladiator (2000) dalam format VCD, dan langsung suka dengan original soundtrack-nya. Sejak saat itu saya bertanya-tanya dalam bahasa apa lirik lagu tersebut dinyanyikan. Dan entah kenapa baru sekarang saya browsing dan menemukan jawabannya.

Russell Crowe bermain sangat apik dalam film ini. Dari keseluruhan filmnya, mungkin Gladiator adalah filmnya yang paling sukses. Ada kutipan bagus dalam salah satu dialognya di film ini, yang mungkin akan saya tulis dalam postingan berikutnya.

Berikut kutipan lirik lagu ini.

Anol shalom
Anol sheh lay konnud de ne um
Flavum
Nom de leesh
Ham de nam um das
La um de
Flavne …

3. L’appuntamento (Ocean’s Twelve)

Ocean’s Twelve (2004) adalah action movie paling sepi yang pernah saya tonton. “Yang paling sepi” maksudnya gak banyak tembak-tembakannya. Saya lupa tepatnya, gak banyak atau gak ada sama sekali. Meski begitu, film ini gak membosankan, bagus malah.

L’appuntamento menjadi lagu pembuka dalam film ini. Dikisahkan bahwa seorang maling profesional bernama Robert “Rusty” Ryan (Brad Pitt) berhasil mengelabui agen Europol cantik bernama Isabel Lahiri (Catherine Zeta Jones). Ia bahkan juga memacarinya.

Setelah menghabiskan waktu yang lama untuk menyelidiki pencurian sebuah koleksi langka, Isabel akhirnya menemukan sejumlah petunjuk tentang profil pelakunya: ukuran sepatu, rambut, dan selanjutnya DNA. Bagi Rusty, itu adalah petir di siang bolong.

Cerita kemudian berlanjut sangat menarik. Tentu jika kita bisa mengikuti ceritanya. Agar mudah memahami film ini, kita perlu menonton sekuel pertamanya: Ocean’s Eleven. Saya sendiri, meski sudah menonton film pertamanya, tetap saja harus mengulang-ulang film keduanya.

Nah, setelah mendengar sang kekasih menemukan titik terang pelaku pencurian itu, Rusty melarikan diri. Dalam adegan itulah (Rusty mengalirkan air bathtub agar berisik, lalu melompat jendela), L’appuntamento dimainkan.

Lagu ini pertama kali dipopulerkan oleh Ornella Vanoni, seorang penyanyi Italia, pada tahun 1970. L’appuntamento sendiri artinya the date atau kencan atau janji temu. Belakangan lagu ini juga dinyanyikan oleh Andrea Bocelli.

Berikut kutipan liriknya.

Sono triste tra la gente che mi sta passando accanto
Ma la nostalgia di rivedere te è forte più del pianto
Questo sole accende sul mio volto un segno di speranza
Sto aspettando, quando ad un tratto ti vedrò spuntare in lontananza

4. Let It Be Me (Flipped)

Let It Be Me populer saat dinyanyikan oleh Everly Brothers. Lagu ini mulanya dirilis tahun 1955 di Prancis dengan judul Je t’appartiens. Versi bahasa Inggrisnya diterjemahkan oleh Gilbert Becaud. Belakangan lagu ini juga dinyanyikan oleh duet Betty Everett dan Jerry Butler.

Namun, lagu Let It Be Me yang menjadi OST Flipped adalah versi yang lain lagi, yang dinyanyikan oleh Phil Everly. Seperti umumnya lagu-lagu keren yang menjadi OST sebuah film, lagu ini juga terletak di bagian akhir, mengiringi adegan penutup.

Let It Be Me sendiri merupakan film yang disutradarai oleh Rob Reiner hasil adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Wendeline Van Dranen. Novel ini terbit pada tahun 2010 di Amerika Serikat. Versi filmnya pertama kali tayang di tahun yang sama.

Meski tema novel atau film ini klise, yakni cinta monyet anak-anak remaja, tapi pemilihan latar waktu yakni tahun 1950-an membuatnya istimewa. Kita diajak oleh penulis untuk merasakan suasana pemukiman serta pergaulan anak-anak remaja Amerika Serikat pada dekade itu.

Berikut cuplikan lirik lagu ini.

I bless the day I found you
I want to stay around you
And so I beg you, let it be me
Don’t take this heaven from one
If you must cling to someone
Now and forever, let it be me

5. Love Theme (Cinema Paradiso)

Ini adalah lagu favorit saya dibanding lagu-lagu sebelumnya. Meski belum pernah menonton filmnya (hehe, maaf), OST-nya terbaique.

Cinema Paradiso atau versi aslinya Nuovo Cinema Paradiso adalah film drama Italia karya Giuseppe Tornatore. Film ini pertama kali tayang pada tahun 1988. Oh ya, Giuseppe Tornatore juga merupakan sosok yang menyutradarai Malena.

Saya pertama kali menemukan lagu ini saat streaming lagu-lagunya Ann Akiko Meyers. Meski lagu-lagunya yang lain juga keren, Love Theme adalah juaranya. Apalagi sebagai violinis, Meyers terlihat sangat menjiwai saat membawakan lagu ini.

Saya sempat penasaran dengan pencipta masterpiece ini, tapi setelah mendengar nama Ennio Morricone, saya gak banyak berkomentar. Hanya kalimat, “Pantes … ” yang keluar dari bibir. Siapa yang gak kenal komposer gaek itu? Berbagai lagu keren lahir dari tangan dinginnya.

Morricone adalah sosok penting yang menjadi penata musik lebih dari 500 film dan acara televisi. Film-film yang menggunakan gubahannya sebagai OST antara lain A Fistful of Dollars (1964), For a Few Dollars More (1965), The Good, the Bad, and the Ugly (1966) dan Once Upon a Time in the West (1968). Keempatnya adalah film-film koboi Italia.

Film lainnya adalah The Thing (1982), Once Upon a Time in America (1984), The Mission (1986) Roland JoffeThe Untouchables (1987), Cinema Paradiso (1988), U Turn (1997), The Legend of 1900 (1998), Malena (2000), Mission to Mars (2000), Fateless (2005), Baaria-La porta del Vento (2009), dan tak ketinggalan Django Unchained (2012).

3 thoughts on “5 Original Soundtrack Paling Keren

  1. kunjungan balasan. kalau saya malah suka banget adiknya Ocean 12….Ocean 8! hahahahha. film dengan perempuan sebagai hero/jagoan bahkan psikopat macam Gone Girl emang favorite saya deh (kalau film seri di Netflix demen tuh sama Criminal, dari 4 negara semua Leadernya kan prempuan).

    Like

    • halo. ocean’s 8 juga bagus, cuman saya merasa kurang greget. mungkin karena saya berkali2 nonton ocean’s trilogy, jadi pas nonton ocean’s 8 agak kecewa. soalnya seperti “menduplikasi”.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s