Nabil Belajar Mellow ;)


Sudah masuk bulan Juli, tapi hujan masih terus mengguyur. Sesekali panas memang menyengat, tapi sore atau malamnya limpahan air seperti dicurahkan dari langit.

Lumut di halaman rumah seperti berpesta-pora karena tak jadi sekarat, pohon-pohon alpukat milik para tetangga seakan terus merapal syukur, mungkin karena baru kali ini berbuah sambil terus diguyur hujan.

Nabil sudah memasuki usia 3 tahun (lebih 2 bulan). Meski bulan lalu ia berada dalam fase marah-marah gak jelas alias tantrum, beberapa minggu ini keadaannya sudah lebih baik. Saya perhatikan kosakatanya semakin banyak, nafsu makannya meningkat, dan yang tak kalah penting ia semakin terlatih mengungkapkan emosinya: bahagia, sedih, dan tentu saja marah.

Saat vidcall dengan bude dan pakdenya kemarin malam, ia sempat berkaca-kaca karena tahu bahwa pakde ada di rumah sakit. Dan anak seusia itu, tahunya rumah sakit memang untuk orang sakit. Yang gak ia tahu, pakdenya akan menjalani operasi jantung. Apa pun itu, wajahnya yang di awal ceria langsung mendung mendengar kakak ipar saya itu berada di rumah sakit.

Baca juga: Untuk Anakku (1)

Itu bukan pertama kali wajahnya muram karena sesuatu yang menyedihkan. Saya masih ingat, satu tahun lalu saat menonton sebuah film anak-anak di Youtube, ia tiba-tiba menangis (dan menangisnya itu langsung mangap, bukan mimbik-mimbik dulu, hihi). Karena heran, saya coba tonton film yang ia putar di tab-nya. Dan benar, ada adegan sedih di dalam film itu.

Saya sempat tercenung: Anak sekecil itu sudah bisa tersentuh oleh cerita sedih?

Namun setelah baca-baca, begitulah. Bahkan saat masih berada di tahun-tahun pertama kehidupan, seorang anak bisa tersentuh. Ya gak apa, itu normal, dan itu berarti emosinya berkembang dengan baik.

Sebagaimana ia bisa tersentuh, lain waktu ia juga bisa kecewa, ingin, menyesal, antusias, dan bahagia. Kalau ini saya renungkan, saya semakin mafhum, sekaligus bersyukur. Namanya manusia ‘kan punya emosi, dan karena emosi itu terlihat dalam sikap, maka wajar kalau saat menonton film sedih Nabil tersentuh dan mewek.

Mungkin karena pertama kali melihat, saya agak heran, kaget, dan…bingung mau bagaimana.

Baca juga: Untuk Anakku (2)

Untungnya karena ada pengalaman itu, kemarin saat dia seperti mau menangis karena tahu pakdenya berada di rumah sakit, saya langsung memberi penjelasan bahwa pakdenya gak sedang sakit.

“Pakde cuma mau periksa, kok,” kata saya.

Saya awalnya merasa berbohong, tapi perasaan itu saya tepis, karena kakak ipar saya memang gak sedang sakit. Hanya berdasarkan observasi dokter, ia perlu menjalani operasi.

Sakitnya sih sudah beberapa minggu yang lalu 😦

2 thoughts on “Nabil Belajar Mellow ;)

  1. Aaahh,,, belum bisa baca kelanjutannya.. Loading terus dari tadi.. Masih mudik di ibuk ini.. Next aku baca kalau sudah pulang ya..

    Miss you, Nabil

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s