7 Lagu Lawas yang Paling Menyentuh


Saya punya teman yang malu-malu mendengarkan dangdut.

Ada juga yang malu-malu mendengarkan lagu mellow. “Cengeng,” katanya. Mungkin demi menjaga gengsi kelelakiannya, ia gak mau terlihat sedang menikmati lagu mellow di depan teman yang lain.

Photo by Burst on Pexels.com

Saya sih sabodo teuing mau dengar lagu apa pun, asal nyetelnya gak kenceng-kenceng. Hehe.

Dulu saat SMP, saya sering dengar kakak saya menyanyikan lagu-lagu mellow. Beberapa kali juga saya melihat klip lagu-lagu itu di layar kaca. Mungkin karena sering gak sengaja mendengar, lama-lama saya ikutan suka. Padahal, anak SMP zaman itu umumnya suka lagu-lagu Dewa 19, Slank, atau lagu Malaysia.

Menurut saya, lagu-lagu mellow itu bukan hanya enak didengar tapi juga perlu direnungkan maknanya. Biasanya, mungkin supaya pendengar gak mudah bosan, lagu-lagu mellow punya kekuatan dalam kata-katanya. Diksinya unik, jarang digunakan, dan seringkali memberikan tekanan makna pada sebuah kalimat.

Baca juga: Mengapa Lagu Zaman Dulu Masih Enak Didengar?

Nah, Teman-teman, berikut lagu-lagu mellow dan menyentuh yang menurut saya perlu kalian dengar sebelum ajal menjemput (!). Sebagian saya kenal saat anak-anak, sebagian lagi baru beberapa tahun yang lalu. Enjoy!

1. Tika Bisono, Melati Suci

Saya mendengar lagu ini, untuk pertama kalinya, sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu. Seperti sering terjadi, saya menemukannya saat mencari lagu lain di Youtube, alias gak sengaja.

Kesan pertama saat mendengar lagu ini luar biasa. Iramanya sangat syahdu. Bukan saja romantic tapi juga nostalgic (seriyes ini, tolong, ya!). Entah kenapa, saya sendiri gak bisa memastikan. Mungkin karena suara penyanyinya, orkestra yang mengiringinya, atau nada-nada rendahnya. Yang pasti, lirik lagu ini membuatnya terkesan mewah.

Gak perlu kaget, penciptanya Guruh Soekarno Putra.

Berikut refrain lagu ini.

Tajuk bak permata
Siratan bintang kejora
‘Kan kupersembahkan
Bagimu pahlawan bangsa
Putiknya pesona
Rama-rama ‘neka warna
‘Kan kupersembahkan
Bagi pandu Indonesia

Ada kosakata yang membingungkan? Haha, begitulah lirik lagu-lagu Guruh Soekarno Putra, penuh diksi yang gak biasa. Tajuk, kejora, putik (serbuk sari dan putik?), rama-rama, pandu. Saya persilakan buka KBBI, deh 🙂

Sampai sekarang saya belum menemukan klip asli lagu ini. Pengunggah di Youtube menjadikan pemandangan alam sebagai latar videonya. Jadi, gak usah fokus sama videonya, cukup audionya saja, ya. Ini link-nya.

2. Chrisye, Untukku

Saya pertama kali mendengarkan lagu ini saat SD. Kakak saya memperkenalkannya saat televisi di rumah kami masih hitam-putih. Sama dengan lagu sebelumnya, lagu ini sangat indah dari segi aransemen dan liriknya.

Walau ke ujung dunia, pasti akan kunanti
Meski ke tujuh samudera, pasti ku ‘kan menunggu
Karena kuyakin, kau hanya untukku

Begitu refrain lagu ini. Jangankan orang dewasa yang waktu itu sudah pernah jatuh cinta, anak SD seusia saya yang masih gak ngerti apa-apa soal cinta rasanya sudah suka dengan lagu ini.

Menurut saya, lagu ini menciptakan sebuah kesan tentang ketulusan. Boleh jadi itu disebabkan liriknya, yang menurut saya sangat kuat. Apalagi pada kalimat, “Karena kuyakin, kau hanya untukku”. Boleh jadi juga karena dibawakan oleh Chrisye, yang membuat semua lagu yang dinyanyikannya bernuansa magis (ya gak, sih?).

Berikut link lagu ini.

3. Chrisye, Merepih Alam

Dari semua lagu-lagu Chrisye, ini adalah yang paling saya suka. Sangat teduh, sangat syahdu. Dibandingkan Untukku, lagu ini rasanya lebih menenteramkan.

Lagu ini pertama kali diputar sebagai soundtrack film Badai Pasti Berlalu (1977). Gak lama setelah kesuksesan film tersebut, pihak Irama Mas sebagai major label mengajak Eros Djarot (sebagai music director dalam film itu) dan Chrisye untuk merilis soundtrack film ini menjadi sebuah album.

Sekitar awal tahun 2000-an versi remake lagu Merepih Alam dirilis. Klipnya sangat cocok dengan lirik lagunya: teduh, damai, dan seperti menyeret pemirsa untuk merasakan suasana di dalam video. Model dalam klip tersebut adalah Catherine Wilson (cantik, euy!).

Kalau kita cermati diksinya, lagu ini lebih sederhana dibandingkan Untukku atau lagu-lagu ciptaan Guruh Soekarno Putra yang lain yang dinyanyikan oleh Chrisye. Berikut refrainnya.

Kunanti fajar
berkawan angin malam
merindukan belaianmu
Oh asmara, oh asmara
Insanmu menanggung rindu

Untuk melihat video klipnya, klik link berikut.

4. Once, Simfoni yang Indah

Lagu ini diperkenalkan oleh seorang teman yang kebetulan usianya sudah kepala empat. Katanya, ini versi terbaru dari lagu lama yang pernah ia sukai. Dan menurutnya, entah kenapa versi terbaru ini lebih bagus.

Saya pribadi suka dengan lagu ini, tapi kesulitan kalau harus menirukan. Maklum, Once menggunakan nada-nada tinggi, bahkan pada kalimat-kalimat awal liriknya. Batal deh karaoke …

Meski begitu, lagu ini tetap menjadi favorit saya. Nada-nadanya memang tinggi, tapi tetap enak didengar. Liriknya pun sederhana, seperti sedang berbicara. Maksud saya, gak membuat dahi berkerut. Jauh beda, misalnya, dengan lagu-lagu Guruh Soekarno Putra.

Berikut refrain lagu ini.

Burung-burung pun bernyanyi
Bunga-bunga pun tersenyum
Melihat kau hibur hatiku
Hatiku mekar kembali
Terhibur simfoni
Pasti hidupku kan bahagia

Berikut link video klipnya.

5. Ruth Sahanaya, Ingin Kumiliki

Saya suka suara Ruth Sahanaya karena lembut dan jernih, meski sedikit berat. Terlebih ketika ia menyanyikan lagu-lagu bernada rendah. Ingin Kumiliki ini salah satunya. Berikut refrainnya.

Ingin kumiliki dengan sepenuh hati
Walau ku harus setengah terluka mengharap cintamu
Ingin kusayangi tanpa terbagi lagi
Apakah mungkin menjalin kasih bila aku tak tahu
Bagaimana kau mencintai diriku

Ruth Sahanaya merupakan satu dari tiga diva pop Indonesia, selain Krisdayanti dan Titi DJ. Di samping suaranya yang merdu saya rasa pembawaan penyanyinya juga menarik. Sedikit berbeda dengan dua temannya itu, Ruth terlihat lebih humble dan, dalam kehidupan sehari-hari, jauh dari gosip.

Ingin melihat video klip lagu ini? Ini dia link-nya.

6. Titi DJ, Sang Dewi

Ini adalah lagu yang liriknya superromantis, kelas dewa deh pokoknya. Coba baca komentar netizen di video klipnya di Youtube. Meski dirilis 18 tahun lalu, anak-anak muda milenial banyak yang suka lagu ini.

Suara Titi DJ yang berat, liriknya yang romantis, dan tentu saja irama musiknya yang berkelas menjadi kekuatan utama lagu ini.

Sang Dewi dibuka dengan irama yang menggetarkan, dengan nada rendah penyanyinya dan tempo yang gak terlalu pelan. Selanjutnya, suara orkestra mendominasi, beriringan dengan nada-nada tinggi, menciptakan kesan megah, eksklusif, dan sangat artistik.

Menurut saya, lirik dalam refrain lagu ini adalah yang paling indah dibandingkan lagu-lagu sebelumnya.

Walaupun dirimu tak bersayap
Ku akan percaya
Kau mampu terbang bawa diriku
Tanpa takut dan ragu
Walaupun kau bukan titisan dewa
Ku takkan kecewa
Karna kau jadikanku sang dewi
Dalam taman surgawi

Berikut link video klip lagu ini.

7. Rossa, Nada-nada Cinta

Dulu, hampir tiap malam, saya menunggu lagu ini diputar di radio-radio swasta di Malang. Saya sebenarnya gak banyak tahu tentangnya. Kalau saya ingat, gak ada yang istimewa pada liriknya. Saya hanya suka iramanya.

Waktu itu mungkin akhir tahun 90-an atau awal 2000-an. Rossa belum seterkenal sekarang. Kalau gak salah, saat itu justru lagu inilah yang melambungkan namanya.

Nada-nadanya gak terlalu tinggi, temponya pelan, di telinga terasa ringan. Berikut refrainnya.

Nada cinta
Semakin indah dunia
Membuka mata hati
Getar-getar cinta
Semakin dalam kurasa
Bagai sebuah simfoni dalam jiwa

Berikut link untuk video klipnya.